Showing posts with label Sumber energi baru. Show all posts
Showing posts with label Sumber energi baru. Show all posts

Pavegen, mengubah setiap langkah jejak kaki menjadi energi listrik

pavegen, karya Laurence Kemball-Cook
Di dunia yang semakin kehabisan sumber daya alam ini, pencarian sumber energi baru menjadi sebuah pokok penelitian yang paling gencar dilakukan sekarang ini. Para peneliti mulai berpikir bagaimana menghasilkan sebuah sumber energi baru tanpa perlu kita harus melakukan sebuah tindakan khusus yang menambah beban hidup lagi.
Dan dengan dasar kebutuhan yang begitu spesifik, sebuah teknologi yang disebut dengan "Pavegen" hadir melalui buah pikiran seorang penemu berkebangsaan Inggris bernama Laurence Kemball-Cook. Sebuah teknologi revolusioner yang akan memanfaatkan setiap langkah manusia menjadi sumber energi yang bergitu berarti dan ramah lingkungan tentunya.
Melihat begitu banyaknya masyarakat yang berjalan kaki menyusuri jalan-jalan di kota-kota di Inggris dan negara Eropa lainnya, Pavegen akan berfungsi sebagai konverter bagi energi kinetis yang terjadi dari setiap langkah manusia.
Penjelasan sederhananya adalah Pavegen akan dipasang di lantai jalanan, dan setiap energi kinetik yang dihasilkan dari setiap jengkal langkah kaki yang menyentuh permukaannya akan diubah menjadi energi listrik. Listrik tersebut kemudian akan digunakan untuk mendayai lampu-lampu jalan, dan beberapa listrik perumahan. 
Masa depan yang sungguh indah, tanpa mobil dan motor yang jumlahnya terlalu banyak, dan digantikan dengan sepeda dan jalan kaki dengan sekeliling jalan yang naturalis futuristik. He he, berlebihan yak??? ^_^

Referensi : ubergizmo

Empat Remaja Afrika berhasil menciptakan generator listrik tenaga urine

Empat Remaja Afrika berhasil menciptakan generator listrik tenaga urine
Jika dua orang remaja Indonesia berhasil membuat mesin mobil tenaga urine, di Afrika sana ada empat orang remaja yang berhasil memanfaatkan urine juga. Mereka memanfaatkan urine untuk mentenagai sebuah generator listrik. Keren kan???
Generator listrik bertenaga urine karya empat remaja Afrika ini berhasil memukau banyak pengunjung pada hajatan Maker Faire Africa yang merupakan sebuah acara inovasi teknologi, penemuan, dan inisiatif untuk menghadapi masalah yang terjadi di kehidupan masyarakat.
Keempat remaja tersebut adalah Duro-Aina Adebola, Akindele Abiola, Faleke Oluwatoyin yang masih berumur 14 tahun dan  Bello Eniola yang berumur 15 tahun. Dengan generator karya mereka, mereka dapat mengubah 1 liter urine menjadi tenaga listrik yang dapat dimanfaatkan selama 6 jam.
Prinsip kerja generator listrik tenaga urine ini hampir mirip dengan mesin mobil tenaga urine karya Nurul Inayah dan Nando Novia, siswa SMA N 10 Malang, yaitu menguraikan hydrogen dari urine dan memanfaatkannya menjadi sumber tenaga.

Referensi : beritateknologi

Sistem mobil bertenaga urine karya anak bangsa

sistem mobil bertenaga urine karya anak bangsa
Jika kemarin sudah ada salah seorang siswa SMPN 1 Bogor yang menciptakan sepatu anti kekerasan seksual. Kali ini ada lagi tunas harapan bangsa yang tidak kalah hebatnya. Mereka adalah Nurul Inayah dan Nando Novia yang menciptakan sebuah mesin mobil bertenaga urine.
Mungkin bagi kebanyakan orang, bersinggungan dengan hal-hal yang berbau urine merupakan sesuatu yang menjijikkan dan patut dijauhi. Namun tidak demikian dengan kedua siswa SMA N 10 Malang, Jawa Timur ini. Masalah kebocoran sistem pembuangan kotoran manusia di sekolahnya justru memberikan ide bagi mereka untuk memanfaatkan sumber melimpah yang malah mencemari lingkungan tersebut.
Mereka pun mulai melakukan penelitian untuk mengetahui apa saja yang terkandung dalam urine, untuk menemukan salah satu zat yang dapat dimanfaatkan. Mereka pun akhirnya menemukan bahwa dalam urine terdapat unsur Hydrogen yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Terlebih lagi saat ini tengah booming-boomingnya mobil bertenaga hydrogen.
Mereka juga membandingkan antara penggunaan air dan urine, yang akhirnya disimpulkan bahwa penggunaan urine lebih efisien untuk menghasilkan energi listrik karena urine hanya membutuhkan  satu daya 0,37 volt sementara air membutuhkan 1,2 volt.

Hasil penelitian yang mereka lakukan ini akhirnya mereka ajukan dalam perlombaan ilmiah di UI. Dari ajang ini, penelitian mereka direkomendasikan utnuk mengikuti International Young Inventors Project Olympiade (IYIPO) di Tbilisi, Georgia.
Merekapun melakukan beberapa penyempurnaan dalam penelitiannya ini, hingga akhirnya pada ajang tersebut mereka menyabet medali emas meski mereka harus bersaing dengan 101 peserta lain dari 40 negara.
Hasil dari penelitian mereka ini akhirnya mereka beri nama Photo Electro System dengan kemampuan mengubah 1 liter urin menjadi 6 volt listrik. Jika digunakan dalam sebuah mobil remote kontrol, tenaga tersebut cukup untuk menempuh 17 km dengan kecepatan 60 - 80 km/jam.
Mereka berharap suatu hari penemuan mereka ini benar-benar bisa diterapkan dalam dunia nyata, tidak hanya mandeg sebatas penelitian dan penghargaan doank.Yah, semoga pemerintah mau memperhatikan tunas bangsa yang brilian ini, tidak ribut sendiri masalah kekuasaan. ^_^ 

Referensi : kompasiana

Jaket charger hadir di Indocomtech 2012... GRATIS...

Jaket charger hadir di Indocomtech 2012
Ada yang cukup menarik pada hajatan Indocomtech 2012 kali ini. Namun bukan gadget-gadget canggih ataupun SPG-SPG cantik yang menarik perhatian. Melainkan seorang "charger keliling" yang menawarkan jasa isi ulang baterai ponsel gratis bagi pengunjung pameran tersebut.
Yang menarik bukan profesinya, melainkan peralatan yang digunakan untuk mengisi ulang baterai. Petugas yang jumlahnya baru 2 orang ini memakai jaket khusus yang dilengkapi dengan sumber listrik pengisi daya baterai.
Jaket berwarna hijau hitam yang mereka kenakan memiliki dua unit powerbank (baterai eksternal) yang dihubungan ke empat buah kabel micro-USB. Sehingga pengunjung yang dekat dengan orang tersebut (satu cewek satu cowok loh!!!) dapat mencolokkan punyanya secara gratis di tempat terbuka. Maksud saya mencolokkan ponselnya loh!!!^_^
Sayangnya petugas ini baru bisa men-charge 2 model gadget saja, karena hanya menyediakan konektor micro-USB. Namun pihak penyedia jasa yaitu PT Daya Media Kreativa berjanji akan segera menambah armada ini.
"Untuk saat ini baru dua jenis gadget yang bisa diisi baterainya karena menggunakan konektor micro-USB, namun kedepannya kita juga akan menambahkan dukungan perangkat lain seperti iPhone dan iPad," ujar Yovienus F Ranamanggala, Presiden Direktur PT Daya Media Kreativa yang menggagas produk jasa bernama Charge Gratis itu. Dikutip dari kompas tekno.
Referensi : tekno.kompas

Di masa depan, kita akan memasak menggunakan reaksi molekul, bukan lagi menggunakan api...

Electrolux Mo’Sphere 01
Di salah satu stasiun TV Indonesia saat ini tengah menayangkan sebuah program masak-memasak yang bertajuk MasterChef Indonesia. Seiring berjalannya acara tersebut, sepertinya minat kaum ibu-ibu dalam memasak juga semakin meningkat. Terbukti semakin banyak pula acara masak memasak di TV.
Nah, tidak jauh-jauh dari masak memasak, kali ini virgin-waterfall akan membahas tentang sebuah teknologi memasak yang tidak menggunakan api untuk mematangkan makanan, melainkan menggunakan molekul. Bagaimana cara kerjanya???
Pertama-tama perlu kita ketahui bahwa teknologi ini bernama Electrolux Mo’Sphere. Perlu anda ketahui juga bahwa sistem memasak menggunakan molekul ini saat ini sudah ada, meski hanya digunakan oleh beberapa hotel bintang lima saja. Nah, dengan hadirnya Electrolux Mo’Sphere, diharapkan sistem molekuler dalam memasak bisa dibawa ke dapur setiap rumah tangga.
Saat ini Electrolux Mo’Sphere memang masih dalam bentuk konsep. Namun sedikit bocoran yang diketahui dari konsep ini adalah bahwa memasak menggunakan alat ini merupakan sistem memasak yang menggunakan reaksi fisika dan kimia.
Anda akan menemukan cairan nitrogen pada bagian bawah alat ini yang digunakan untuk proses pembekuan seperti untuk membuat es krim. Selain itu anda juga akan mendapati lecithin untuk membuat busa dan buih yang mungkin salah satunya adalah untuk membuat permen kapas (harum manis).
Electrolux Mo'Sphere 03

Electrolux Mo'Sphere image04

Electrolux Mo'Sphere 05

Electrolux Mo'Sphere 06

Electrolux Mo'Sphere 07
Referensi : yankodesign

Tiga mahasiswi Universitas Surabaya menciptakan tas punggung yang bisa isi ulang baterai gadget...

Tiga mahasiswi Universitas Surabaya menciptakan tas punggung yang bisa isi ulang baterai gadget...
Tiga orang mahasiswi dari Universitas Surabaya yang bernama Evita Tania (Teknik Industri angkatan 2010), Stella Felicia (Desain Manajemen Produk 2010) dan Cindy Eleanora (Desain Manajemen Produk 2011) berhasil merancang sebuah tas punggung yang dapat berfungsi ganda sebagai charger. Rancangan mereka ini mendapatkan penghargaan sebagai "Best of the Best" pada Lomba Perancangan Tas Nasional 2012 awal Oktober lalu di Bandung.
"Listrik itu dihasilkan dari energi kinetik (gerakan tubuh pemakainya), karena itu tas listrik itu bisa saja disebut sebagai green energy (energi hijau), karena ramah lingkungan. Sebagai prototipe, backpack ini diberi nama "Kinetic Ver 1.0" (Green Kinetic Energy Providing Electricity Backpack)," kata Evita dikutip dari kompas tekno.
"Ide gila" mereka bertiga bermula ketika melihat banyak mahasiswa yang membawa laptop dan gadget lain yang mengalami sedikit masalah ketika ingin mencharge gadget mereka. Normalnya saat mengisi ulang baterai, perangkat harus diam dan tidak mobile. Sehingga mereka berpikir bagaimana agar saat mengisi ulang baterai kita masih tetap bisa mobile.
Ide mereka semakin menemukan titik cerah ketika mereka mulai menyadari bahwa kegiatan seperti berjalan, lari saat telat, dan lainnya membuat banyak energi kinetik terbuang sia-sia. Sehingga ide tas punggung charger ini tercetus.
Dengan memasangkan alat pengubah energi kinetik menjadi energi listrik yang disebut piezoelektrik pada tas, maka ketika terjadi tekanan atau getaran, maka energi tersebut akan diubah menjadi energi listrik selama beraktifitas.
"Alat ini disambungkan ke penyimpan energi listrik yang dapat digunakan men-charge gadget. Saat pengguna backpack memasukkan maupun mengeluarkan barang, saat berjalan, atau gerakan lainnya, alat tersebut akan menyerap energi kinetik dan mengonversinya menjadi energi listrik," Lanjut Evita.
Selain itu, tujuan lain diciptakannya tas punggung ini adalah untuk ikut andil dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan yang semakin ari semakin marak disuarakan karena sumber teknologi tak terbarui yang semakin menipis.

Referensi : kompas tekno

Ponsel bertenagakan Cola dari NOKIA...

Saat ini, sebagian besar smartphone di dunia bertenagakan baterai lithium ion. Namun apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas baterai agar semakin tahan lama saat digunakan sepertinya akan sia-sia saja, karena fitur smartphone semakin banyak dan semakin menguras banyak tenaga baterai. Lalu apa solusinya???
Solusinya adalah dengan membuat sebuah smartphone yang dapat diisi ulang dimana saja dan kapan saja. Seperti sebuah teknologi baru yang akan kita bahas saat ini, dimana smartphone akan dapat diisi ulang dimanapun dan kapanpun asalkan ada air Cola. R U kidding me???
Teknologi ini adalah buah pikiran dari deorang berkewarganegaraan China yang bernama Daizhi Zheng. Dia mengklaim tengah bekerja untuk membuat sebuah peralatan revolusioner untuk Raksasa Ponsel asal Finlandia, NOKIA. Dia juga mengatakan bahwa dirinya telah menemukan sumber tenaga baru berupa minuman bergula, seperti Coca Cola, untuk isi ulang baterai ponsel. 
Bahkan Zheng mengklaim bahwa beberapa minuman berpemanis, seperti air gula, juga dapat digunakan oleh tenologinya ini. Jika klaim dari Zheng ini kelak benar-benar terwujud, maka saya akan mengajak teman saya bertaruh, apakah Pepsi atau Coca Cola yang bisa menghasilkan energi ponsel paling besar.

Referensi : ubergizmo

U.S Navy akan menciptakan kapal perang berbahan bakar air laut...

U.S Navy akan menciptakan kapal perang berbahan bakar air laut...
Angkatan Laut Amerika, U.S. Navy , mengerti jika kapal perang mereka membutuhkan banyak bahan bakar untuk terus mengarungi lautan menebar teror kepada negara-negara yang sebenarnya damai. Makanya mereka mulai berpikir bagaimana jika menggunakan air laut yang notabene merupakan medan gerak kapal sekaligus sumber daya yang jumlahnya melimpah untuk digunakan sebagai bahan bakar jet.
Para ilmuwan dari U.S. Naval Research Laboratory saat ini tengah mencari cara untuk mengekstrak carbon dioxide (CO2) dari hydrogen (H2) dari air laut. Kemudian dengan menggunakan sebuah catalytic converter kedua senyawa tersebut dijadikan bahan bakar JP-5 jet fuel yang dapat menjadi sumber tenaga bagi mesin kapal.
Tentu saja prosesnya tak sesimpel penjabaran di atas. Namun para ilmuwan yakin hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil. Jika sistem ini benar-benar bisa direalisasikan maka kapal perang Amerika dapat mengelilingi lautan di dunia tanpa takut kehabisan bakar bakar karena air laut jumlahnya melimpah.
Namun sebenarnya yang paling mengesankan dari teknologi ini adalah kenyataan bahwa ini tidaklah seperti kapal bemesin hidrogen yang sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Sistem ini tidaklah memerlukan biaya yang mahal untuk merombak mesin dieselnya. Bahkan pihak Navy mengatakan bahwa proses yang terjadi dalam sistem ini sangat ramah lingkungan, dan menghasilkan bahan berbahaya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan mesin diesel biasa.
Nah, pertanyaan yang kemudian muncul adalah, kenapa sih nggak kita gunakan saja teknologi ini untuk kendaraan-kendaraan lain yang lebih berguna bagi manusia daripada hanya sekedar digunakan untuk kapal perang yang sebenarnya perang itu sendiri nggak perlu dilakukan???

Referensi : dvice

Ternyata Apple memiliki ladang panel surya untuk memasok kebutuhan listrik perusahaan...

ladang panel surya milik Apple
Dulu kami pernah membahas tentang betapa ramah lingkungannya perusahaan Google. Kali ini kami mendapatkan informasi mengenai betapa ramah lingkungannya perusahaan Apple. Meski tak sekomplit info tentang perusahaan Google, tetapi tidak ada salahnya jika anda mengetahuinya bukan??? ^_^
Apple ternyata menggunakan pasokan tenaga listrik untuk perusahaannya yang berasal dari tenaga matahari. Dikabarkan bahwa perusahaan tersebut memiliki ladang panel surya yang dapat menghasilkan energi listrik sebesar 20 Mega Watt. 
Dikabarkan pula bahwa 60% kebutuhan listrik situs Apple dipasok dari ladang panel surya tersebut. Lalu 40% sisanya didapatkan dari sumber lain yang juga ramah lingkungan. Namun kami belum tahu sumber lain yang ramah lingkungan tersebut apa. So, lihat saja ladang panel surya yang dimiliki Apple pada gambar-gambar di bawah ini :

ladang panel surya milik Apple

ladang panel surya milik Apple

Referensi : eragadget

Eliodomestic, teknologi sederhana untuk mengubah air laut menjadi air tawar yang bisa dikonsumsi...

Eliodomestic
Masalah kelangkaan air bersih yang semakin parah memaksa orang untuk berpikir lebih kreatif demi bertahan hidup. Seperti yang dilakukan oleh seorang yang bernama Gabriele Diamanti yang membuat sebuah alat yang dapat mengubah air laut menjadi air tawar.
Alat buatannya tersebut diberi nama Eliodomestico. Sebuah alat pemurni air laut yang wujudnya hampir menyerupai sebuah tungku pembakaran. Dengan bantuan tenaga matahari, alat ciptaannya ini akan bekerja menghasilkan sumber air baru demi kelangsungan hidup yang lebih baik.
Sistem kerjanya mirip dengan sistem penyulingan yaitu air laut yang asin diletakkan di bagian atas dari Eliodomestic yang terbuat dari keramik. Kemudian dengan bantuan panas matahari air tersebut akan menguap dan dimurnikan. Air laut yang sudah dimurnikan menjadi air tawar tersebut kemudian merembes ke bagian bawah dimana sudah disiapkan sebuah penampung yang dapat diambil dengan mudah.
Alat ini diklaim mampu menghasilkan 5 liter air bersih perhari dengan biaya pembuatan sekitar $50. Harga yang cukup murah bukan??? Terlebih lagi, sang kreator mengklaim bahwa alat ini tidak memerlukan perawatan. Dengan kata lain tidak ada biaya tambahan selain biaya pembuatan.
Eliodomestic 02

Eliodomestic 03

Eliodomestic 04

Eliodomestic, teknologi sederhana untuk mengubah air laut menjadi air tawar yang bisa dikonsumsi
Referensi : otakku.com

Bayangkan jika di masa depan kita bisa mengisi baterai gadget hanya dengan menempelkan "permen karet" dibelakangnya!!!

konsep Chewing Gum Battery karya Ping-Yi Lin
Akan sangat menyebalkan ketika kita sedang asyik-asyiknya jalan-jalan ke tempat wisata kemudian saat kita ingin nge-twit atau update status tiba-tiba ponsel mati karena kehabisan baterai. Tentu saja saat bepergian seperti itu kita tidak akan kepikiran untuk membawa charger bukan???
Namun tenang saja, seorang konseptor elektronik yang bernama Ping-Yi Lin menghadirkan sebuah konsep isi ulang baterai tanpa kabel sekali pakai yang bisa digunakan dimanapun kapanpun. Konsepnya ini diberi nama konsep Chewing Gum Battery.
Idenya adalah seperti ini. Sebuah stasiun pengisian baterai dibuat dengan tenaga mandiri yaitu tenaga matahari. Di sana terdapat sejenis paper yang bisa digunakan untuk mengisi ulang baterai gadget. Anda hanya perlu membuka bungkusnya menempelkannya dipunggung gadget milik anda dan membiarkannya beberapa waktu hingga tenaga baterai yang dimiliki paper tersebut tertransfer secara sempurna ke gadget anda.
Diperlukan sebuah Chewing Gum Battery untuk dapat mengisi ulang sebuah iPod hingga penuh, 2 buah unutk mengisi ponsel ataupun kamera, dan empat buah untuk mengisi penuh baterai sebuah laptop. Setelah baterai gadget penuh, paper tersebut dapat dilepas dan dibuang ketempat yang sudah disediakan.
Selain ramah lingkungan dari segi penggunaan tenaga mataharinya, konsep ini juga ramah lingkungan dari segi penggunaan daur ulang paper yang sudah digunakan. Jika konsep ini benar-benar bisa diwujudkan, maka akan sangat membantu bagi orang yang ceroboh seperti saya yang sering lupa mengisi penuh baterai ponsel sebelum bepergian jauh. ^_^
konsep Chewing Gum Battery

konsep Chewing Gum Battery karya Ping-Yi Lin

Referensi : yankodesign

Seberapa ramah lingkungan kah Perusahaan Google???

Seberapa ramah lingkungan kah Perusahaan Google???
gambar diambil dari gizmag.com
Berdasarkan informasi yang diterima, pada kuartal pertama 2012 ini.data center milik Google ternyata hanya menggunakan setengah dari energi yang data center biasa perlukan. Dengan penggunaan metode penghematan energi seperti manajemen pengaturan panas, dan peminimalisiran energi yang terbuang.
Ditambah lagi dengan penggunaan sistem cloud computing, data center ini kelak akan menjadi semakin dan semakin hemat energi lagi. Sepertinya sistem yang diterapkan oleh Google dalam penghematan energi ini wajib untuk ditiru oleh pengelola data center yang lainnya.
Setiap data center menganut standar ukuran yang disebut dengan PUE (Power Usage Effectiveness) untuk mengukur tingkat efisiensi tiap situs. Nilai PUE ideal biasanya adalah 1.0 dan jika PUE tertulis 2.0 artinya setiap watt energi digunakan untuk perlengkapan IT dan satu watt lainnya digunakan untuk overhead.
PUE untuk Google adalah 1.13. Itu berarti Google hanya kehilangan 13 persen tenaga sisa dalam overhead (semua yang berasal dari pendingin untuk mendistribusikan daya), dan angka tersebut menjadi lebih rendah yaitu 1.11 pada kuartal pertama 2012. Padahal menurut EPA's Energy Star Program, angka PUE yang normal adalah 1.92. Itu artinya Google tujuh kali lebih hijau dari rata-rata.
Google banyak melakukan terobosan untuk dapat menciptakan sebuah data center yang seramah lingkungan itu. Tidak hanya menggunakan air daur ulang untuk menghemat uang dan sumber daya alam, tetapi Google juga memilih tempat dengan iklim dan kondisi alam yang benar-benar pas untuk membangun sebuah data center. Misalnya saja, baru-baru ini Google mendirikan sebuah data center di Harmina, Finlandia yang dibangun di laut Baltic untuk mengoptimalkan pendinginan dengan menggunakan air laut.
Lalu apa artinya semua ini??? Artinya gas CO2 yang dihasilkan oleh setiap query Google adalah 850 kali lebih sedikit dibandingkan dengan gas CO2 yang dihasilkan untuk membuat sebuah koran, serta 10.000 kali lebih sedikit dibandingkan dengan gas CO2 yang dihasilkan oleh perjalanan 5 mil sebuah mobil.
Google memang bukanlah pendatang baru dalam urusan energi ramah lingkungan. Pada April 2011 Google pernah menginvestasikan $168 juta dalam pembangunan solar power tower plant terbesar di dunia, selain pada tahun 2008 juga pernah mengumumkan rencana "Clean Energy 2030" yang mencakup proposal pengurangan konsumsi BBM, emisi CO2 serta ketergantungan terhadap bahan bakar tak terbarukan.

Kran air yang bisa menghasilkan energi listrik

Kran air yang bisa menghasilkan energi listrik
gambar diambil dari yankodesign.com
Sebelumnya pernah kita membahas tentang sebuah panci yang memanfaatkan panas api untuk menghasilkan energi listrik yang disebut dengan Powerpot. serta kompor kayu yang juga memioliki kemampuan demikian yang disebut dengan BioLite HomeStove. Nah kali ini, kita akan membahas tentang kran air yang bisa menghasilkan energi listrik.
Konsep kran air yang bisa menghasilkan energi listrik ini pertama kali dicetuskan oleh Ryan Jongwoo Choi  yang tertarik untuk memanfaatkan aliran air di keran yang cukup cepat untuk menghasilkan energi listrik yang cukup untuk menyalakan sebuah lampu.
Dengan sistem kerja yang menyerupai prinsip kerja turbin di PLTA, konsep ini mulai dirancang dan akhirnya diberi nama Es Pipe. Di dalam pipa kran tersebut disematkan beberapa turbin kecil yang akan bergerak karena tekanan air saat kran dibuka yang kemudian tenaga gerak tersebut akan diubah menjadi tenaga listrik dengan menggunakan semacam dinamo.
Tenaga listrik yang dihasilkan tersebut kemudian disimpan dalam sebuah baterai yang berbentuk sebuah bola lampu khusus yang terpasang tepat di atas pipa kran. Bola lampu tersebut kemudian dapat anda gunakan sebagai penerang saat malam hari.
Mungkin sistem ini terdengar sangat simple. Namun coba anda bayangkan jika sistem ini digunakan pada daerah yang belum tersentuh listrik. Dengan memanfaatkan sebuah drum besar sebagai penampung air kemudian bagian kran-nya menggunakan Es Pipe, maka ini akan menjadi sebuah cahaya baru bagi malam-malam mereka yang gelap. ^_^

Timbuk2 meluncurkan tas dengan built in charger...

Timbuk2 meluncurkan tas dengan built in charger...
gambar diambil dari : ubergizmo.com
Timbuk2, merupakan sebuah produsen tas yang cukup ternama di dunia. Baru-baru ini Timbuk2 memperkenalkan sebuah travel bags baru buatan mereka yang dilengkapi dengan teknologi terkini. Tas ini selain cantik, juga memiliki fitur charger untuk mengisi ulang baterai gadget.
Timbuk2 bekerja sama dengan Joey Energy menciptakan sebuah tas yang disebut dengan Power Commute messenger bag dan Power Q backpack. Dimana pada keduanya disematkan Joey  T1 power supply. Charger yang terdapat dalam tas ini merupakan charger tahan air yang dilengkapi dengan satellite USB untuk pengisian baterai.
Sumber tenaga didapat dengan mencolokkannya ke stop kontak. Tanpa perlu lagi menekan tombol apapun, secara otomatis akan mulai melakukan pengisian ulang.
Power Commute messenger bag merupakan tas laptop yang memiliki tali pundak yang dapat dilepas yang juga dilengkapi dengan celah khusus untuk menyimpan ponsel ataupun gadget lain. Sedangkan Power Q bag, merupakan tas punggung yang dilengkapi dengan tempat laptop serta ventilasi panel belakang.
Kedua model tas ini akan dijual di website resmi Timbuk2 mulai Oktober depan dengan harga $199 atau sekitar 1,8 jutaan rupiah. Dan baru akan meluncur ke toko pada februari 2013.

Pesawat tanpa bahan bakar berhasil diterbangkan dari Maroko ke Spanyol...

Pesawat tanpa bahan bakar berhasil diterbangkan dari Maroko ke Spanyol
gambar diambil dari : solarimpulse.com
Teknologi penerbangan semakin hari semakin berkembang menuju ke arah yang lebih ramah lingkungan. Baru-baru ini sebuah pesawat yang bernama Solar Impulse yang bertenagakan sel surya berhasil diterbangkan dari Maroko dan mendarat dengan aman di Spanyol.
Penerbangan yang memakan waktu selama 17 jam tersebut telah membuktikan bahwa pesawat yang ramah lingkungan bukanlah suatu hal yang mustahil untuk diciptakan. Rute Maroko - Spanyol sendiri dipilih karena kedua negara tersebut dianggap mempunyai komitmen tinggi terhadap pengembangan energi yang ramah lingkungan.
Andre Borschberg, CEO dan Founder dari Solar Impulse menyatakan jika saat ini teknologi penerbangan sudah sangat maju, dan tidak menutup kemungkinan dimasa depan nanti akan muncul teknologi pesawat ramah lingkungan yang lain.
Penerbangan dari Rabat, ibukota Maroko, ke Madrid, Spanyol ini dipiloti oleh Bertrand Piccard ini menempuh jarak 896 km dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam.
Setelah keberhasilan ini, Solar impulse berencana melakukan penerbangan yang lebih spektakuler lagi yaitu "keliling dunia" menggunakan pesawat tanpa bahan bakar ini.

3D display super tipis, setipis gelembung sabun..

Beberapa peneliti dari Universitas Tokyo, Carnegie Mellon University dan University of Tsukuba bekerjasama untuk membuat sebuah 3D display super tipis, setipis gelembung sabun
Beberapa peneliti dari Universitas Tokyo, Carnegie Mellon University dan University of Tsukuba bekerjasama untuk membuat sebuah 3D display super tipis, setipis gelembung sabun. Sebenarnya bahan tersebut bukanlah murni gelembung sabun, hanya saja kami bingung untuk mencari pembanding yang setipis gelembung sabun. ^_^
Dilaporkan oleh The Verge, para peneliti tersebut menggunakan campuran cairan khusus untuk membuat membran seperti gelembung sabun, tetapi tidak gampang meletus. Untuk membuatnya tidak gampang meletus, mereka menggunakan sejenis gelombang ultrasonic.
Gelombang ultrasonic tersebut juga berfungsi untuk, mengatur transparansi dan tektur untuk  menghasilkan gambar yang sebenarnya. Bahkan dikabarkan juga bahwa jika beberapa layar digabungkan, maka akan memunculkan efek 3D.
“Kombinasi dari gelembung ultrasonik dan membran ultra tipis ini membuat tampilan menjadi lebih realistis, pencitraan yang baik, dan tajam.” ujar salah seorang tim peneliti.
Demikian dikutip dari eragadget.com. Lebih jelasnya, silakan anda melihat video dibawah ini!!!

Toilet yang dapat mengubah pipis jadi pupuk, dan "BAB" jadi tenaga listrik...

ilmuwan dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura menciptakan sebuah Toilet yang dapat mengubah pipis jadi pupuk, dan "BAB" jadi tenaga listrik...
gamabr diambil dari sciencedaily.com
Para ilmuwan dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, telah menemukan sebuah sistem toilet baru yang akan mengubah kotoran manusia menjadi listrik dan pupuk. Selain itu sistem ini juga memungkinkan penghematan penggunaan air untuk menyiramnya hingga 90% dibandingkan dengan sistem toilet yang ada di Singapura saat ini.
Sistem toilet baru ini diberi nama No-Mix Vacuum Toilet. Sistem ini menggunakan 2 ruangan berbeda untuk menampung hasil "pipis" dan "BAB". Dan dengan menggunakan teknologi vacuum suction (sedot) seperti yang digunakan pada toilet di pesawat terbang, maka untuk menyiram air seni anda, hanya dibutuhkan sekitar 0,2 liter air dan untuk menyiram "hasil BAB" hanya butuh 1 liter air saja. Jauh lebih hemat dibandingkan dengan toilet konvensional yang biasanya membutuhkan 4 hingga 6 liter air hanya untuk menyiram kotoran saja.
Professor Wang Jing-Yuan, Direktur dari Residues and Resource Reclamation Centre (R3C) di NTU yang memimpin penelitian ini mengatakan bahwa tujuan mereka tidak hanya untuk menghemat air dengan sistem toilet baru ciptaan mereka ini, tetapi juga untuk memanfaatkan "Sumber Daya" yang langka dari penduduk Singapura. So, tidak akan adalagi yang terbuang sia-sia. 

Lalu bagaimana cara kerjanya???

No-Mix Vacuum Toilet akan mengalihkan air seni anda ke sebuah fasilitas pemrosesan yang akan menggunakan air seni anda tersebut sebagai salah satu bahan pembuat pupuk. Sedangkan "feses" anda akan dikirim ke sebuah bioreactor yang akan memaksanya mengeluarkan bio-gas yang mengandung metan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti LPG atau juga bisa dikonversi menjadi tenaga listrik dengan menggunakan fuel cells. Keren kan???
Saat ini NTU tengah melakukan uji coba sistem toilet ini dengan memasang 2 buah prototipe-nya di toilet kampus tersebut. Jika hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, dimungkinkan akan segera merambah ke bagian dunia yang lain dalam 3 tahun mendatang.

Booster Brolly, payung yang sekaligus charger dan "wajan bolik" dari Vodafone

Booster Brolly, payung yang sekaligus charger dan "wajan bolik" dari Vodafone
gambar diambil dari : beritateknologi.com
Jika sebelumnya pada artikel 7 teknologi ramah lingkungan yang sudah ada saya pernah membahas tentang sepatu boot yang bsia digunakan untuk mengisi ulang baterai gadget, kini hadir juga sebuah teklnologi charger yang tidak kalah unik uga yang disebut Booster Broll.
Booster Brolly yang diperkenalkan oleh Vodafone ini berbentuk sebuah payung yang dilengkapi dengan panel solar cell 12×2 volt yang akan mengubah tenaga panas matahari menjadi tenaga listrik yang bisa anda gunakan untuk mengisi ulang baterai gadget anda.
Panel solar cell yang terdapat pada kanopi payung akan menyerap tenaga matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik kemudian menyimpannya pada baterai sementara yang terdapat di gagang payung. Kemudian melalui port USB, tenaga listrik tersebut dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai gadget anda. Sang kreator mengklaim bahwa proses pengisian baterai menggunakan payung ini tidak akan memakan waktu lebih dari 3 jam.
Selain menghasilkan tenaga listrik, ternyata Booster Brolly berfungsi juga sebagai penguat sinyal. Pasalnya payung canggih ini memiliki antena berjenis high-gain dan sebuah penguat sinyal bertenaga rendah untuk mengumpulkan gelombang radio dari transmiter telepon seluler terdekat. Sederhananya payung ini adalah layaknya sebuah wajan bolik yang bisa anda bawa-bawa untuk mendapatkan sinyal komunikasi yang lebih baik
Booster Brolly diciptakan oleh sebuah tim yang terdiri dari beberapa mahasiswa program doctor (PhD) dari University College London yang dipimpin oleh Dr. Kenneth Tong. Mereka menyebut payung ini sebagai "James bond's umbrella" atau payung james bond karena kecanggihan teknologi yang dimilikinya.
Saat ini Booster Brolly masih dalam tahap penelitian dan pembuatan. Namun dimungkinkan sudah bisa diperkenalkan pada ajang Isle Of Wight Festival 2012 yang akan diselenggarakan pada akhir bulan ini di Inggris.
O iya, karena payung ini memanfaatkan tenaga matahari untuk mengubahnya menjadi tenaga listrik, sekaligus juga merupakan penguat sinyal, akan lebih baik jika tidak anda gunakan ketika musim hujan. kecuali jika anda memang ingin merasakan hangatnya belaian petir. Sepertinya semboyan "sedia payung sebelum hujan" tidak berlaku pada payung Booster Brolly dari vodafone ini. ^_^

eBay akan membangun data center bertenaga fuell cell di Utah...

eBay akan membangun data center bertenaga fuell cell di Utah...
Perusahaan jual beli dan lelang online terbesar di dunia eBay berencana untuk membangun sebuah data center yang menggunakan tenaga fuel cells sebagai sumber tenaga utamanya dan tenaga listrik nasional sebagai tenaga cadangan untuk backup data saja. 
Dengan pembuatan data center tersebut, eBay akan menjadi perusahaan teknologi pertama di dunia yang menggunakan sumber tenaga alternatif sebagai sumber tenaga utamanya. eBay akan bekerjasama dengan Bloom Energy untuk merealisasikan proyeknya tersebut. eBay akan menggunakan 30 Bloom Energy servers kedalam data center baru mereka yang akan didirikan di Utah, dan berharap tahun depan sudah bisa difungsikan.
"Dengan pembuatan data center baru yang menggunakan arsitektur yang revolusioner, eBay akan membuat standar baru untuk semua industri. Ini adalah infrastruktur abad 21 untuk kebutuhan industri di abad 21" ungkap Presiden dan CEO ebay, John Donahoe dikutip dari Ubergizmo.
"Bloom server akan memberikan tenaga untuk jutaan transaksi di eBay yang memiliki lebih dari 102 juta pengguna aktif yang memutarkan lebih dari $69 miliar transaksi jual beli setiap tahunnya. Data center juga akan memberi tenaga pada aktifitas jual beli lintas platform di seluruh dunia termasuk di dalamnya adalah Paypal, StubHub, penjual, pembeli, dan partner bisnis untuk ke bisnis yang lebih ramah lingkungan" Terang ebay dalam konferensi pers nya.

Air Canada, menggunakan bahan bakar pesawat dari 50% minyak jelantah...

Air Canada, menggunakan bahan bakar pesawat dari 50% minyak jelantah
Air Canada, yang merupakan maskapai penerbangan terbesar di Kanada, berhasil melakukan tes penerbangan pertamanya yang menggunakan bahan bakar biofuel untuk menerbangkan salah satu pesawatnya, dimana 50% bahan bakar biofuel tersebut terbuat dari minyak goreng. 
Perusahaan yang bergerak di bidang bahan bakar, SkyNRG lah yang menyediakan biofuel untuk Air Canada tersebut. Dalam siaran persnya sebelum dilakukan penerbangan, Air Canada mengatakan bahwa penerbangan AC991 dari Toronto ke Mexico City diharapkan dapat menghasilkan emisi sedikitnya 40 persen lebih sedikit dengan menggunakan bahan bakar jet yang berasal dari minyak goreng daur ulang serta melakukan penghematan BBM. Sehingga menjadikan penerbangan ini menjadi penerbangan yang paling ramah lingkungan yang pernah dilakukan oleh Air Canada.
Penerbangan AC991 didukung oleh European consortium Airbus dan ini merupakan bagian dari demonstrasi lingkungan oleh International Civil Aviation Organization yang bertepatan dengan Rio +20 United Nations Conference on Sustainable Development
"Untuk mewujudkan hal ini menjadi kenyataan pada penerbangan komersil sehari-hari, dibutuhkan campur tangan pemerintah untuk mendorong penggunaan biofuel dan memodernisasi managemen sistem lalu lintas penerbangan. Kita butuh dukungan resmi dari pemerintah dan semua yang memiliki kewenangan terhadap dunia penerbangan untuk mewujudkannya" tegas Presiden dan CEO Airbus, Fabrice Bregier.

Followers